ZAKAT MAAL

Zakat maal menjadi kewajiban yang harus digenapkan atas harta yang telah mencapai nishab (batas minimum). Ruang lingkupnya mencakup uang, emas, surat berharga, dan aset yang disewakan. Tidak termasuk harta pertanian, pertambangan, dan lain-lain.

Objek harta yang akan dizakatkan harus terbebas dari jerat hutang dan telah dimiliki >1 tahun.

Landasan dan ketentuan pembayaran zakat bersumber dari Surah At Taubah ayat 103, Peraturan Menteri Agama No 52/2014, pendapat Shaikh Yusuf Qardaw, dan UU No. 23/2011.

Standar harga emas yg digunakan untuk 1 gram nya adalah Rp 750.000,-. Sementara nishab yang digunakan adalah sebesar 85 gram emas.

Adapun cara menghitung zakat maal sebagai berikut:

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

Contoh:

Jika harga emas saat ini Rp750.000,-/gram, maka nishab zakat maal adalah senilai Rp63.750.000 (Rp750.000.000 x 85).

Apabila sahabat pendukung dakwah selama 1 tahun penuh memiliki harta yang tersimpan (emas/perak/uang) senilai Rp100.000.000, maka telah wajib menguluarkan zakat.

Dalam kasus ini, maka besaran zakat yang perlu sahabat tunaikan adalah sebesar 2,5% x Rp100.000.000 = Rp2.500.000

Yuk niagakan zakat maal sahabat untuk mendukung berbagai aktivitas dakwah para dai/guru ngaji Dewan Da’wah yang ada di 32 provinsi Indonesia.

Saatnya berzakat untuk dakwah, saatnya berniaga untuk investasi yang akan dibawa ke hadapan Allah!

Klik : TUNAIKAN ZAKAT SEKARANG