Wawancara Eksklusif Suku Tau Taa Wana, Laznas Dewan Dakwah

Wawancara Eksklusif Suku Tau Taa Wana

Laznas Dewan Dakwah

LAZNAS DEWAN DAKWAH – Tanpa paksaan dan iming-iming materi, 300 orang suku pedalaman Tau Taa Wana datang mengikrarkan syahadat bersama-sama.(Wawancara Eksklusif Suku Tau Taa Wana)

Apa sebenarnya yang mendorong penduduk Gunung Ngoyo dan Gunung Tokala itu beramai-ramai memeluk Islam?

Tim Laznas Dewan Da’wah mewawancarai beberapa orang suku Tau Taa Wana yang datang ke pusat Kecamatan Mamosalato, Morowali, untuk mengucapkan syahadat masal pada Jumat (14/2). Komunikasi antara tim dengan suku Tau Taa Wana dibantu oleh dai lokal Mamosalato, Ustadz Asgar, yang fasih berbicara Bahasa Ta’a. (Wawancara Eksklusif Suku Tau Taa Wana)

Salah satunya Toni, orang asli Tau Taa Wana asal pedalaman Lambentana, yang datang untuk bersyahadat bersama 30 orang keluarganya. Dulu ia sering dijemput helikopter dari gunung Tokala ke Papua untuk menyebarkan ‘misi kemanusiaan’.

Berkali-kali ia melakukan hal tersebut, tapi ia tak menemukan rasa kedamaian di dalam hatinya. Di sisi lain, ia memperhatikan orang-orang suku Tau Taa Wana yang sudah masuk Islam menjadi bersatu dan senang karenanya. Ia menilai, Islam memberikan ketenangan (ketentraman hidup) bagi saudara-saudaranya itu.

Selain itu, baginya Islam memberikan perhatian kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Nilai ini yang membuatnya respek kepada Islam.

Selain Toni, ada Dangal juga asal pedalaman Lambentana, yang sebelumnya menganut agama kepercayaan (dalam bahasa Taa disebut agama hi laig)/animisme/ belum punya agama. Ia mengakui bahwa tidak ada sama sekali yang memaksanya masuk Islam.

Ketertarikannya kepada Islam mulai muncul saat memperhatikan orang Ta’a yang sudah masuk Islam mendapatkan baju bekas dari bawah (pusat Kecamatan Mamosalato), tetapi hanya diambil secukupnya dan lainnya diberikan kepada saudara Tau Taa Wana lainnya.

Hal ini membuat pilihannya jatuh untuk memeluk Islam sebab adanya nilai plus (akhlak) saudara Tau Taa Wana yang sudah masuk Islam.

Ingin turut berkontribusi melanglangbuanakan dakwah pedalaman di pelosok negeri?

Jangan lewatkan kesempatan terbaik Anda.

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*