Penyaluran air di Lombok Utara

Alhamdulillah, Kini Kami Tak Beli Air Lagi

Melati Fadla

LAZNAS DEWAN DAKWAH – Tikungan berkelok-kelok penghubung Desa Senaru dan Akar Akar, Lombok Utara, jadi saksi perjuangan Dai Dewan Da’wah NTB, Ustadz Andi. Tiap hari, tajamnya medan yang ekstrim harus ia tempuh demi kebutuhan air sebagian warga Lombok Utara dan Timur.

Lebih 15.000 liter air perhari dinanti warga melalui truk tangki Air buat Sedulur. Disambut dengan rasa amat bersyukur, disertai ratusan dirigen, ember, bak, dan tangki berjejer mengantri di bahu jalan, bahkan sebelum tangki tiba.

Air buat Sedulur jadi berkah yang mengalirkan rasa syukur warga Lombok. ‘’Alhamdulillah, kami amat bersyukur. Kini tidak perlu lagi beli air,’’ ungkap tokoh agama Dusun Buak Nao Lauk, Ust Mahsun (60) dengan haru. Bahkan ‘tak hanya Muslim yang menikmatinya.

Sebelumnya, warga harus patungan mengumpulkan uang 150 – 400 ribu untuk sekali mendapatkan 6000 liter air pertitik dropping air (1 – 4 KK). Mahalnya bukan main. Kalkulasi tersebut menjadi semakin berat jika dikalikan dengan kebutuhan sekian pekan dan bulan.

Banyak sebab kekeringan terus membuntuti Tanah Seribu Masjid ini selama lebih dari 1 tahun terakhir ini. Sebagian disebabkan mata air mereka tertutup reruntuhan gempa 7.4 SR lalu, misalnya Dusun Kebaloan Bawah.

Selain itu, ada juga yang mengalami kerusakan pipa penghubung air, salah satunya di Dusun Treng Ilut. Bahkan ada ada yang selama ini terus membeli air karena tidak ada ataupun jauhnya mata air dari wilayahnya, yakni Desa Akar-Akar dan Dusun Buak Nao.

Lombok dan berbagai wilayah lain di Indonesia membutuhkan uluran kepedulianmu. Jadilah penyambung kebaikan bersama Ust Andi dan Laznas Dewan Da’wah dengan mengalirkan Air buat Sedulur kepada saudara kita yang kekeringan!

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*