Siap ke Pedalaman, Sarjana STID M Natsir Ikuti Pembekalan Dakwah

admin

Materi pembekalan diberikan secara komperhensif untuk memperkuat kesiapan Da’i dalam berdakwah di tengah-tengah keberagaman masyarakat. Beberapa Da’i senior Dewan Da’wah turut hadir mengisi sejumlah materi, diantaranya Misbahul Anam, Abdul Wahid Alwi, Samsul Bahri, Ihsan Kamil, Saiful Rohman, Imam Zamroji, Darwis Abu Ubaidah, dan M. Firdaus. Sejumlah ‘bekal’ yang diberikan kepada para Da’i muda ini, antara lain pewarisan nilai ikhlas dalam berdakwah, kaidah-kaidah dakwah, doa-doa & kaderisasi Dewan Da’wah, simulasi pembuatan peta dakwah, jurnalistik investigasi, pendidikan Dewan Da’wah, dan manajemen organisasi Dewan Da’wah . “Betapa dahsyatnya ikhlas,” papar Waketum Dewan Dakwah Abdul Wahid Alwi memberikan pesan untuk selalu ikhlas dalam menjalankan dakwah. Ia memaparkan makna ikhlas yang akan berdampak besar pada aktivitas berdakwah. “Ubudiyah secara ikhlas sulit, maka harus meminta tolong kepada Allah,” imbuhnya.   Sekretaris Majelis Fatwa Dewan Dakwah, Syamsul Bahri, memberikan materi kaidah-kaidah dakwah. “Baik itu bab etika, benar itu bab pertimbangan argumen, dan indah itu bab estetika,” terang Syamsul mengenai 3 hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian kebenaran dakwah. Dakwah tak hanya tentang benar atau salah berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadis. Namun, dakwah perlu disampaikan dengan kaidah etika yang baik dan estetika yang indah. “Menurut Syekh Husaimin, tidak seluruh masalah agama dapat ‘dibuldoser’ dengan Hadis kullu bid’atin dholalah, wa kullu dholalatin finnaar’ (red. artinya setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka),” urai Syamsul detail. Hal ini ditujukan agar para Da’i yang akan berdakwah tidak dengan mudah menganggap setiap perbedaan (khilafiyah) sebagai bid’ah. Di sesi ketiga penyampaian materi, Dosen STID M Natsir Ihsan Kamil menguraikan kaderisasi Dewan Da’wah. “Dewan Da’wah menggiatkan dakwah Ilallah dan kalian adalah bagian dari hal tersebut,” ujar Ihsan. Ia juga menjabarkan mengenai karakter yang harus dimiliki oleh setiap Da’i yang hendak melakukan pengabdian, diantaranya sebagai pengawal akidah dan penegak syariah Islam. Ketua Umum Dewan Da’wah, Mohammad Sididik, mengingatkan, para Da’i harus membimbing masyarakat terutama dalam bidang agama. “Diharapkan dari mereka dapat memberikan bimbingan kepada masyarakat, tentu nomor satu dalam hal agama. Selain itu juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak,” kata Siddik saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Menara Dakwah, pada Senin (22/10) siang]]>

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*