Ustadz Ramli Sebrangi Lautan Demi Sampaikan Dakwah ke Pulau Semau

Melati Fadla

LAZNAS DEWAN DAKWAH – Lebih dari 3 jam Ustadz Ramli menempuh perjalanan dakwah dari tempat tinggalnya di Kupang ke Pulau Semau. Dai pedalaman Dewan Dakwah ini mesti membopong Motor Dakwah dan sebrangi Lautan Bolok dengan kapal penyebrangan.

Sesampainya di pelabuhan pun, Ust Ramli masih harus meneruskan kembali perjalanan motor dengan membelah hutan untuk tiba ke pedalaman Pulau Semau. Hutan yang dilaluinya jika musim kemarau cukup kerontang dan diselimuti debu tebal. Apabila musim peghujan tiba, jalannya penuh lumpur. Subhanallah rumitnya.

Jarak tempuh Kupang – Pulau Semau memang cukup sulit. Namun, tak sedikitpun meredupkan bara api semangat dakwah Ust Ramli kepada Muslim Pulau Semau.

Pun ‘tak sekali ia datang ke pulau ini. Melainkan masyarakat Muslim Pulau Semau dibina secara berkala dan kontinu dalam hal akidah, akhlak, sosial, bahkan ekonomi. Masyakat di sana pun menjadi berdaya dan mandiri dalam dakwah dan perekonomian.

Dakwah ke Pulau Semau ini ia lakoni sejak 2007 silam. Namun, dengan karakter masyarakat Pulau Semau yang sangat tertutup dan tidak mudah percaya kepada orang-orang dari luar pulau, baru di tahun 2014 dakwahnya dapat diterima. Selama itu pula, ia terus menyambangi dakwah di salah satu pulau kecil di NTT ini.

Alhamdulillah, atas izin Allah banyak perubahan yang siginifikan dengan hadirnya Ustadz Ramli dan manfaat pendayagunaan amanah ZIS Anda di Pulau Semau. Masjid Nurul Haq di Kp Oesalaen, Desa Akle, Kec Semau Selatan, yang merupakan satu-satunya Masjid di Pulau Semau, makmur dengan shalat berjamaah, pengajian kaum dewasa, dan anak-anak. Bahkan kaum wanita pun sudah terbiasa berbusana muslimah.

Kini, ‘tak hanya Ustadz Ramli. Ada juga dai alumnus STID Mohammad Natsir Ust Ibrahim dan 2 orang daiyah yang membantunya menggemakan dakwah dengan terus membersamai masyarakat Pulau Semau.

‘’Alhamdulillah, sekarang shalat subuhnya terkadang sampai 2 shaf atau 40-an orang. Selain itu, perhatian dan kesadaran orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan agama begitu besar. Ada yang dikirim untuk sekolah ke Kupang, Jawa, bahkan STID Mohammad Natsir,’’ paparnya Ustadz Ramli asal Sapeken, Madura.

Baru-baru ini, Ustadz Ramli mengantarkan tiga anak Sapeken ke STID M Natsir untuk menempuh studi dakwah dan meregenerasi estafet juang dakwahnya di NTT.

Mari bumikan Nusantara bersama perjuangan dakwah para dai Dewan Da’wah di berbagai pedalaman Negeri!

-Berdakwah Sebrangi Lautan-

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*