nasi garam

Nasi Garam Anak Suku Ta’a

Laznas Dewan Dakwah

LAZNAS DEWAN DAKWAH – Mirisnya keadaan anak-anak Suku Ta’a di Dusun Ngoyo, Morowali Utara mengiris hati. Betapa tidak, mereka hanya bisa makan nasi dan garam setiap hari.

Meski begitu, itu sudah jadi menu istimewanya mereka.

Jangan sahabat menanyakan lauk, jika tidak ada garampun, hanya nasi yang mampu mengganjal lapar setiap waktu makannya.

Kehidupan di tengah hutan belantara pedalaman Ngoyo memaksa mereka hanya bisa mengonsumsi makanan apa adanya.

Konsumsi protein sangat sekali jarang, kecuali setahun sekali saat mendapat amanah Qurban muhsinin Laznas Dewan Da’wah yang dipotong di sana.

‘Tak heran, kini ketika sedang belajar bersama guru ngaji pedalaman, Ustadz Kurniawan, padahal baru pukul 9 pagi perut mereka sudah merasa melilit lapar lagi. Sebab memang hanya nasi yang menjadi asupan tunggalnya.

Sewaktu-waktu, ketika Ustadz Kurniawan turun ke bawah (pusat kecamatan Mamosalato), ia menyempatkan diri ‘tuk membeli ikan asin di pasar yang dibawanya ke atas (pedalaman ngoyo, Gunung Tokala).

Senangnya mereka amat luar biasa. Anak-anak Suku Ta’a dan jamaah binaan Ustadz Kurniawan bisa menikmati makanan yang tak hanya nasi. Menu itu jadi sudah yang paling istimewa bagi mereka.

Yuk sisihkan porsi makanan harianmu dan kirimkan untuk berbagi sedekah makan bagi anak suku pedalaman!

Klik : DONASI SEKARANG

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*