pemadaman listrik

Hadirkan Cahaya hingga Pedalaman

Melati Fadla

Laznas Dewan Dakwah – Dari Ahad (3/8) siang hingga sekarang, sebagian masyarakat terkena blackout, pemadaman listrik.  Hidup dalam kondisi luar biasa karena listrik mati.

Kenikmatan hidup yang dengan daya  listrik, tercabut beberapa jam lamanya.
 
Banyak aktivitas dan kerja terhambat jadinya; Lalu lintas jalanan hingga keuangan, pengobatan, pendidikan, bisnis,  komunikasi, penerangan. Serasa lumpuh kehidupan dengan pemadaman listrik.

Warga panik, tak cukup mengeluh. Uang cash terbatas, ATM tak berfungsi, sedang mereka butuh transaksi cash maupun non-cash berbasis internet. 

Pengalaman ini setidaknya menggugah empati kita pada jutaan rakyat di pedalaman yang belum mengenal listrik. Bagi mereka, keseharian tanpa listrik dan teknologi canggih menjadi hal yang biasa.

Misalnya Ustadz Ghozali, da’i kampung Padafuyu, Desa Takibangke, Kec Ulubongko, Sulteng, yang malamnya bersama anak-anak bernaung di bawah cahaya senter untuk mengaji.

Sedangkan Ustadz Aziz, da’i di kampung Illu, Desa Pantar Barat, Kec Baranusa, Kab Alor, NTT, tiap hari mengumandangkan adzan dengan teriakan sekuatnya tanpa sound system.

Masih banyak da’i kita yang memendarkan cahaya iman di pelosok tanpa listrik.

Maka mari berbagi cahaya berupa rezeki untuk turut menyinari pedalaman!

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*