gempa lombok

Mengenang Goncangan Pilu Lombok 5 Agustus 2018

Melati Fadla

Laznas Dewan Dakwah – Setahun silam, Lombok terguncang hebat. Tanah Pulau Seribu Masjid ini terluluh-lantakkan ribuan kali gempa. Puncak lindu terdahsyatnya terjadi di hari ini tepat satu tahun lalu, 5 Agustus 2018 dengan magnitudo 7.0 SR. Gempa Lombok.

Lombok tercekam. Jerit tangis ribuan warganya, mengantarkan kepergian 564 sanak keluarga yang meninggal dunia. Tak hanya itu, masih ada 1.584 lainnya yang alami cedera, baik ringan, sedang, hingga berat.

Kelamnya Pilu Lombok di tengah tahu lalu, meninggalkan kenangan pahit pada lembar hidup 445.343 saudara kita. Rumah-rumah mereka rusak, roboh, bahkan hancur merata dengan tanah.

Lebih dari 32 ribu keluarga malang kepayahan dengan kerusakan tempat tinggal mereka. Bahkan, 5.293 diantaranya betul-betul kehilangan rumah, sebab rusak berat dan tak dapat sama sekali digunakan kembali.

‘Tak hanya itu, lebih dari 1000 Masjid dan Mushola rusak. Padahal bencana besar adalah peringatan dari Allah untuk kembali mendekat pada-Nya.

Kehadiran Relawan LAZNAS saat Bencana Gempa Lombok

Sejak hari-hari pertama bencana Lombok, Laznas Dewan Da’wah hadir dengan spirit kebangkitan dakwah Pulau Seribu Masjid. Tak sekedar momentorial. Upaya mengulurkan tangan tersebut lebih dari berbilang hari dan pekan, namun terus berkelanjutan hingga saat ini.

Setelah membangun kembali 12 Masjid di Lombok Utara dan Timur, beberapa rumah pada dai (guru ngaji), TPA, dan MCK, Laznas Dewan Da’wah mengirimkan 4 dai STID Mohammad Natsir yang menetap di Lombok Utara, Timur, dan Barat. Mereka memakmurkan Masjid dengan berbagai ibadah jamaah, mengajarkan ngaji dan hafalan Qur’an, mengisi kajian, dan membantu beragam aktivitas dan kebutuhan warga.

Laznas Dewan Da’wah juga menguatkan pembimbingan dakwah masyarakat dengan penangkatan 45 dai lokal yang aktif berdakwah ‘tuk menjadi bagian dari Lombok Bangkit dari Masjid. Mereka mengajarkan Iqra dan Al-Qur’an dari Masjid ke Masjid, kampung ke kampung, hingga lintas desa.

Keberadaan para dai juga membina warga Lombok untuk melakukan mitigasi dan menyikapi potensi bencana Lombok.

Semoga peringatan satu tahun gempa Lombok ini, semakin menguatkan spirit kita untuk membumikan dan membangun dakwah di berbagai penjuru Negeri!

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*