Mari Bebaskan Tanah Madrasah Muslim Sevilla

Laznas Dewan Dakwah

LAZNAS DEWAN DAKWAH – Kondisi pendidikan Islam di Spanyol saat ini memprihatinkan. Virus liberalisme membuat nilai-nilai agama tidak ”laku”. (Sevilla, Spanyol).

Banyak anak Muslim Spanyol yang belum bisa baca Qur’an. Pasalnya, tidak ada sekolah yang mengajarkannya. Padahal, Muslim Spanyol telah berjumlah 2 juta orang.

Pendidikan Islam tidak masuk hitungan dalam kurikulum pendidikan nasional setempat.

Menyedihkan, anak-anak bahkan belum bisa mengucapkan dua kalimat syahadat.

‘’Mereka tidak bisa ucapkan dua kalimat syahadat, karena tidak adanya pendidikan,’’ ungkap Imam dan da’i asli Sevilla, Spanyol, Syaikh Muhammad Idrissi Alcaraz di Gedung Menara Dakwah, Kramat Raya 45, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/11) malam.

Syaikh yang metode pengajaran Al-Qur’annya juga digunakan di Amerika Latin ini, memiliki visi besar untuk mendidik generasi bangsanya mengenal Islam lebih dalam. Ia merasa sangat terpanggil untuk membina Muslim di negerinya. Pengulangan kembali sejarah kejayaan Islam di Spanyol menjadi hal yang sangat didambakannya.

Sepulang Syaikh Idrissi memperdalam pendidikan Islam dan Bahasa Arab, serta menyelesaikan hafalan Qur’annya di London, ia mendirikan Al-Andalusia Education Foundation (AEF) di tahun 2014 yang mengajarkan anak-anak Spanyol di Sevilla untuk bisa membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.

Saat itu, Ia mengawali pembinaannya terhadap belasan anak-anak Spanyol. Alhamdulillah, kini telah lebih dari 200 orang sedang belajar di AEF di beberapa kota di Spanyol.

Keadaan ekonomi komunitas Muslim di Spanyol juga tidak terlalu berada. Sebagian besar menengah ke bawah. Ditambah lagi dengan pemahaman yang masih rendah akan pentingnya investasi anak pada pendidikan Islam.

Selama ini guru-guru di Al-Andalusia bekerja sebagai fisabillah tanpa mukafaah (gaji). Baru di April 2019 , mereka mendapatkan gaji ketika Al-Andalusia mendapatkan bantuan finansial dari UWT.

Sebagian murid yang memberikan pembayaran bulanan, hanya dapat digunakan untuk menutupi biaya sewa tempat belajar dan kebutuhannya.

Syaikh Idrissi sangat ingin membebaskan tanah dan bangunan itu, sehingga tidak lagi terikat untuk harus membayar biaya sewa. Juga untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti gaji para guru yang mengajar di Al-Andalusia.

‘’Sebagai negeri yang punya jumlah Muslim terbesar di dunia, kita punya tanggung jawab akan hal ini,’’ ujar Ketua Umum Dewan Da’wah, Ustadz Mohammad Siddik yang didampingi Sekum Ustadz Avid Solihin, dan Direktur Eksekutif Laznas Dewan Da’wah Ustadz Ade Salamun dalam konferensi pers.

Bantuan untuk Muslim Sevilla

Ia turut membantu membebaskan tanah dan bangunan Madrasah di Sevilla, Spanyol, dengan mendonasikan uang pribadinya sebesar 1000 USD. Adapun Laznas Dewan Da’wah mengamanahkan 5000 USD.

‘’Ada keperluan dakwah di tempat yang jauh. Dulu, imperium dakwah di Spanyol cukup besar, tapi kini menjadi tidak ada sama sekali,’’ kata Ustadz Ade.

‘’Nilai bangunannya hampir 2 m. Akan ada cost perbulannya juga. Kita mesti campaign bareng,’’ imbuhnya yang juga mengajak serta DKM di Jakarta untuk turut bantu pembebahasan lahan Madrasah di Sevilla Spanyol.

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*