Bantu Kafilah Dakwah Hidupkan Bulan Ramadan di Pedalaman Nusantara

Loading....

Rp 11.511.818 dari Rp 100.000.000
102 Donatur
Campaign telah berakhir
Penggalang Dana
Terverifikasi
LAZNAS Dewan Dakwah
Informasi Lokasi
Penjuru Nusantara
Detail Program
Bantu Kafilah Dakwah Hidupkan Bulan Ramadan di Pedalaman Nusantara


LAZNAS Dewan Dakwah - Ramadan 1443 H sebentar lagi. Bulan mulia, penuh ampunan, hingga terkabulnya hajat dan doa-doa. Sebentar lagi, ada malam yang setara dengan 1000 bulan, ampunan terbuka lebar dan banyak pahala terlipatgandakan.

Namun, di balik banyaknya keutamaan itu, masih banyak saudara-saudara kita di daerah yang masih belum memahami pentingnya keutamaan-keutamaan tersebut. Iman mereka lemah. Ramadan berlalu begitu saja tanpa makna, bahkan ada yang mengingkarinya.

Oleh karena itu, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir (STID M. Natsir), terus istiqomah melaksanakan program tahunannya, yakni Kafilah Dakwah (Kafda) Ramadan yang akan diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia untuk menghidupkan Bulan Ramadan dengan melakukan pembinaan umat dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Kafda Ramadan adalah para mahasiswa STID M. Natsir yang akan melakukan pengabdian sebagai dai di masyarakat. Ratusan kader dai akan disebar ke berbagai wilayah di Indonesia dalam waktu sekitar dua bulan. 

Barisan dai Kafda Ramadan juga berperan sebagai guru ngaji yang akan mengajarkan anak-anak tentang Al-Qur’an, baik cara membacanya yang benar, nilai-nilai ajaranya, maupun keutamaan dengan berbagai hikmahnya. Pastinya, dengan cara yang asyik dan menyenangkan.


Tentu bukan tantangan. Jarak yang jauh, medan yang esktrem, dan adat istiadat masyarakat menjadi tantangan bagi mereka untuk bisa melalui dan menyampaikan amanah dakwah.

Ada yang ditempatkan di Nias Utara (Sumatra Utara), Lunang (Sumatera Barat), Tebing Tinggi (Kepulauan Meranti), Muara Jambi (Jambi), Enggano (Bengkulu), Pandeglang (Banten), Sukabumi (Jawa Barat), Malang (Jawa Timur), Lombok Utara (Nusa Tenggara Barat), Lembata dan Alor (Nusa Tenggara Timur), Seruyan Hilir (Kalimantan Tengah), Berau (Kalimantan Timur), Hulu Sungai Tengah (Kaimantan Selatan), Kep Sangihe (Sulut), Sulawesi Tengah, hingga Teluk Bintuni (Papua Barat).