Halmahera Tengah Haus Literatur Dakwah, Laznas Dewan Dakwah

Halmahera Tengah Haus Literatur Dakwah

Laznas Dewan Dakwah

Tak miliki literatur dakwah.
Yuk Bantu Halmahera Miliki Literatur Dakwah

LAZNAS DEWAN DAKWAH Terharu Ustadz Ali Ma’ruf Husen, mensyukuri dirinya bisa kuliah sampai tamat di STID M Natsir. Bayangkan, ribuan umat muslim awam di pedalaman Maluku Utara ini, bagaimana mereka bisa cepat belajar agama. (Halmahera Tengah Haus Literatur Dakwah)

Sejak 2017, Ustadz Husain jadi guru ngaji di Desa Wairoro, Kec Weda Selatan, Kab Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Hidup di tengah wilayah keterbatasan akses transportasi, ekonomi, maupun pengetahuan, tidak menjadikan halangan baginya untuk mencerdaskan umat setempat.

‘’Sumber-sumber ilmu di pedalaman sulit ditemukan,’’ ujarnya.

‘’Tidak seperti di perkotaan yang mana mereka bisa mengakses ilmu agama dengan sangat mudah melalui buku-buku ataupun smartphone,’’ imbuhnya menguras kepelikan yang selama ini membungkus wilayah pedalaman.

‘’Kendala besar di sini adalah kurangnya sumber-sumber ilmu, apalagi buku-buku islam. Kalau mau ke toko buku harus ke kota provinsi sekitar 4 jam perjalanan darat dan ditambah 1 jam perjalanan laut. Itupun
jarang ada buku-buku islami di sana. Jika tidak ada, harus pesan dari Jawa dengan ongkir yang meledak,’’ tutur pilunya yang begitu sulit mengakses pengetahuan untuk anak-anak pedalaman Halmahera Tengah, khususnya buku-buku Islam.

Bukan suatu pemandangan baru baginya, ketika menyaksikan pendidikan anak pedalaman terbelakang. Bahkan anak-anak pedalaman nusantara di sana yang telah berusia 13 tahunpun belum semuanya mampu membaca.


‘’Rata-rata anak pulau tidak bisa membaca huruf hijaiyyah dan ayat Al-Qur’an. Bahkan untuk membaca bahasa Indonesia pun kesulitan,’’ ungkapnya mengabarkan kondisi binaan dakwahnya.



Menyiasati hal tersebut, Ustadz yang aktif membina Pondok Pesantren Salman Al-Farisi dan Desa Sumber Sari itu mengadakan kelompok mengaji anak-anak yang rutin dilaksanakan setiap Senin dan Kamis sore.

Bantu Halmahera Tengah Miliki Literatur Dakwah

Kegiatan ini diisi dengan penyampaikan wawasan keislaman, di antaranya mengulas hadis-hadis nabi mengenai keteladanan hidup beliau sehari-hari,
agar akhlak dan tata cara hidup Islami dapat melekat kuat pada generasi penerus dakwah pedalaman Maluku ini.

Tidak hanya itu, anak-anakpun juga dibimbing untuk mampu menyampaikan kembali pengetahuan Islamnya melalui retorika dan komunikasi da’wah. (Halmahera Tengah Haus Literatur Dakwah)

Memberikan pelatihan sejak dini sangat bermanfaat, walaupun hanya dengan membacakan hadis dan menjelaskan dengan penjelasan sederhana. Namun, bagi anak-anak binaan pedalaman kegiatan ini sangat berarti.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini, kami bisa berlatih berbicara di depan umum dan menyiapkan mental yang kuat untuk berkhutbah di hadapan banyak orang kampung nantinya,” pungkas Kirman Kapita,
santri asal Pesisir Foya Halmahera Selatan, yang bercita-cita ingin menjadi sosok seperti da’i inspirasinya, Ustadz Ali Ma’ruf Husain.



Ke depannya, Ustadz Husain berencana untuk membuat program khusus Bahasa Arab, sebagai bekal agar anak-anak dapat menulis Al-Qur’an dengan baik.

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*