surga dunia

Dekatkan Surga Dunia dengan Berbuat Ihsan

Laznas Dewan Dakwah

LAZNAS DEWAN DAKWAH – Tidak ada larangan dalam Islam untuk berikhtiar mencari penghidupan. Sebab harta tidak selalu diidentikkan kepentingan dunia semata. Ia ibarat kendaraan yang akan sampai ditujuan sesuai arah yang dituju pemiliknya.

Jika diarahkan pada hal-hal yang baik, maka akan mendulang kebaikan. Pun sebaliknya.

Oleh karena itu, harta yang ada dalam genggaman seorang Mukmin dapat menjadi pintu surga baginya. Sebab dengan harta menjadi jalan pengejawantahan untuk berbuat Ihsan (kebaikan) kepada banyak orang.

Amanah harta yang Allah titipkan padanya tidak hanya ditujukan untuk menyejahterakan dirinya sendiri, tetapi juga jalan kebahagiaan orang lain. Rasa syukurnya diwujudkan dengan menggenapkan kepedulian terhadap sesama.

Dengannya ia mampu berbagi, sehingga banyak orang yang tercukupkan kebutuhannya. Jiwa pemberinya melingkupi orang-orang di sekitar. Bahkan yang jauh pun dapat dijangkau dengan panjang tangan kedermawanannya.

Maka ujung tombak ikhtiar pencarian harta adalah agar dapat berbuat ihsan kepada sebanyak-banyaknya orang, baik yang dikenal atapun tidak.

Hal ini akan menciptakan rasa keadilan di tengah masyarakat, sebab yang membutuhkan akan dipenuhi oleh mereka yang ingin memberikan kesejahteraan.

Senada dengan pesan bijak Pak Natsir, ‘’Meningkatkan mutu kehidupan materi tidak dilarang. Malah merupakan satu bentuk ihsan, memancarkan sebanyak-banyaknya kesejahteraan pada sebanyak-banyaknya orang dengan cara yang benar dan adil.’’

Semoga pundi-pundi rupiah kita jadi jalan amal shalih sosial yang mengantarkan pemiliknya pada keridhaan, cinta, dan surga-Nya.

“Carilah negeri akhirat pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia“. (QS. Al-Qosos: 77).

Berbuat ihsan sebab mengharap rahmat Allah akan menjadikan harta sebagai alamat yang mengantarkan pada surga dunia, sebagaimana yang dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ‘’Di dunia itu terdapat surga. barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.”

Surga Dunia

Kemudian Ibnu Qayyim menjelaskan, ‘’Surga dunia itu adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya, memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya.’’

Inilah surga dunia yang dirindukan oleh para pecinta surga akhirat. Maka berbuat ihsanlah kepada sesama yang ditujukan kepada-Nya, niscaya surga dunia dan akhirat mampu kian mendekat.

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*