ZAKAT

zakat tentramkan jiwa

ZAKAT berasal dari asal kata “zakkaa – yuzakkii – tazkiyatan – zakaatan” yang berarti :

1. Pertama : An-Nama (tumbuh dan berkembang), artinya bahwa harta yang dikeluarkan zakat darinya, tidaklah akan berkurang, justru akan tumbuh dan berkembang lebih banyak. Faktanya sudah sangat banyak.

2. Kedua : Ath-Thaharah (suci), artinya bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya, akan menjadi bersih dan membersihkan jiwa yang memilikinya dari kotoran hasad, dengki dan bakhil.

3. Ketiga : Ash-Sholahu (baik), artinya bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya, akan menjadi baik dan zakat sendiri akan memperbaiki kwalitas harta tersebut dan memperbaiki amal yang memilikinya.

Referensi : DR. Ahmad Zain An Najah, Lc, MA, Ketua Majelis Fatwa dan Pusat Kajian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (www.ahmadzain.com)

2,5% Bibit Zakat

zakat

Berzakat menjadi sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki harta berlebih. Filantropi ini menjadi penyeimbang antara muzzaki dan mustahiq. Islam menghendaki adanya kehidupan yang harmonis pada kedua kelompok tersebut.

Besarnya zakat yang diharus dikeluarkan tidak besar. Hanya 1/40 atau 2,5% dari keseluruhan harta yang telah melebihi batas nishob. Prosentasenya sangat kecil, tapi dampaknya akan sangat besar. Bagaimana harta yang sedikit ini mampu menjelma menjadi kebaikan sosial bagi banyak orang ?

Al-Qur’an mengibaratkan zakat dengan sebuah biji. Biji ukurannya sangat kecil, tapi dari benda kecil tersebut, kehidupan sebuah pohon bahkan anak-anakkannya kelak akan hadir. Akar yang menyebar ke berbagai penjuru tanah, batang yang berdiri kokoh, ranting-ranting yang menjulang ke berbagai arah, dedauan yang tumbuh dengan rimbun dan menyejukkan, serta buah buahan yang terasa manis, bermanfaat bagi banyak orang

Tahukah engkau bahwa zakat-zakatmu akan menjadi energi kehidupan bagi para fakir? Menjadi harapan penyambung kehidupan mereka hari demi hari bagi orang-orang miskin? Menjadi kendaraan bagi para Amil untuk semakin menyentuh orang orang yang membutuhkan di daerah yang jauh dari tangan tangan pemberi? Menjadi pintu cahaya Islam bagi para muallaf? Menjadi tangan tangan penyelamat bagi para riqob? Menjadi penyeka air mata bagi para orang orang yang berhutang? Menjadi jembatan keselamatan bagi orang orang yang berada dalam safar? Dan menjadi obor kebangkitan dakwah Islam bagi orang-orang yang sedang berjuang di jalan Allah?

Klik : TUNAIKAN ZAKAT SEKARANG