Kenalkan Abjad dan Bahasa di Kampung Mualaf - LAZNAS Dewan Dakwah
Dedikasi Dai Kenalkan Huruf Abjad

Dedikasi Dai Kenalkan Abjad dan Bahasa di Kampung Mualaf Ngoyo

Laznas Dewan Dakwah

LAZNAS Dewan Dakwah – Nun di pedalaman Sulawesi Tengah, terdapat banyak kampung mualaf yang jauh dari jangkauan keramaian dan fasilitas publik. Salah satunya adalah kampung mualaf Dusun Ngoyo, Desa Manyo’e, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Di sinilah terdapat beberapa da’i Dewan Dakwah dari Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir mendedikasikan dirinya untuk membina masyarakat dengan dakwah Islam dan ilmu pengetahuan.

“Huruf abjad, huruf Hijaiyah, angka, serta bahasa, lebih banyak kami kenalkan karena anak-anak di sini jauh dari jangkauan masyarakat ramai jadi terkadang ketika kita menyampaikan suatu hal, mereka sangat sulit untuk memahami, lebih lagi orang tua mereka,” cerita Ustadz Kaharudin.

Sulitnya akses menuju Dusun Ngoyo menjadi salah satu faktor penghambat masuknya ilmu pengetahuan. Buta huruf masih mengakar. Huruf abjad, hijaiyyah, dan bahasa Indonesia juga masih belum banyak dikenal.

Namun, alhamdulillah dengan kedatangan para dai STID, sedikit demi sedikit buta huruf di kampung mualaf Ngoyo diberantas. Ustadz Kaharudin juga tidak sendiri. Ia bersama Ustadz Ridwan Fahmi, Ibu Komariyah dan para dai lainnya tengah berjuang mengenalkan huruf-huruf abjad dan hijaiyyah kepada masyarakat, termasuk anak-anak dan para orang tua.

Meski harus menyeberang beberapa sungai, naik bukit, melewati jalan terjal, licin, dan bebatuan untuk sampai ke sini, para da’i tak pantang menyerah. Karena masyarakat di kampung ini juga merupakan saudara-saudara kita, mereka perlu dibina dengan berbagi ilmu dan cahaya hidayah.

“Hal terpenting lainnya yang selalu kita tanamkan ialah kesadaran serta kemauan anak-anak untuk selalu sekolah,” lanjut Ustadz Kaharudin.

Dedikasi Dai Kenalkan Abjad dan Bahasa di Kampung Mualaf Ngoyo

Di sini terdapat satu sekolah sederhana, yakni SDIT Al-Muhajirin. Para dai dan warga telah bergotong royong untuk membersihkan jalan sekolah yang masih berupa hutan untuk memudahkan anak-anak menuju sekolah.

Meski masih serba sederhana, namun mereka bisa melakukan kegiatan belajar dan mengajar dimana saja. InsyaAllah para dai akan terus berjuang memberantas buta huruf di kampung mualaf ini.

Yuk, dukung dakwah para dai di berbagai pedalaman nusantara.

BACA UPDATE BERITA SELENGKAPNYA :

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*