NTT — LAZNAS Dewan Dakwah terus bergerak mendampingi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak fase awal bencana pada 15 Agustus 2026, relawan tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan pendampingan sosial, psikososial, hingga penguatan spiritual bagi para penyintas.
Respons kemanusiaan ini dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memulihkan kondisi mental dan spiritual setelah mengalami bencana.
Pada fase awal, relawan melakukan pendampingan mental, spiritual, dan sosial kepada warga yang terdampak. Anak-anak juga mendapatkan kegiatan mengaji dan edukasi keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga ketenangan serta memberikan ruang positif di tengah situasi bencana.
Selain itu, pendampingan psikososial dilakukan untuk membantu warga, khususnya anak-anak, menghadapi trauma setelah gempa.
Pendekatan sosial juga menjadi bagian penting dalam aksi kemanusiaan. Relawan memasak dan makan bersama warga di tenda pengungsian, sekaligus memberikan hiburan dan dukungan moral sebagai bentuk kebersamaan untuk membantu mengurangi trauma akibat bencana.
Pada 18 Agustus 2026, bantuan mulai diperkuat melalui distribusi paket sembako serta penyediaan makanan bagi para pengungsi. Relawan juga mengaktifkan Posko Hangat dan Posko Dingin untuk membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat di lokasi terdampak.
Upaya tersebut terus berlanjut pada 22 Agustus 2026. Relawan mendampingi dapur umum dan ikut menyiapkan konsumsi bersama ibu-ibu warga. Pendampingan psikososial anak juga dilakukan melalui kegiatan mengaji ceria di tenda pengungsian.
Pada hari yang sama, penguatan logistik dilakukan dengan kedatangan tim relawan LAZNAS dari Lembor yang dipimpin Ustaz Arifin. Tim membawa armada tambahan untuk mendukung kebutuhan sembako bagi masyarakat terdampak.

Aksi kemanusiaan kembali dilakukan pada 23 Agustus 2026 melalui penyaluran 117 paket sembako kepada warga di Posko Kampung Kalo, Dusun 2.
Selain bantuan pangan, relawan juga menyerahkan dua unit terpal darurat kepada Bapak Imam Kampung Buntang, Dusun 1. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tempat perlindungan sementara bagi masyarakat yang terdampak.
Memasuki 24 Agustus 2026, pendampingan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan material. Relawan dai turut memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat melalui ta'lim pasca-Maghrib yang disampaikan Ustaz Muhammad Wahyu Illahi.
Materi yang diberikan membahas keteladanan Rasulullah, kesabaran, serta pentingnya memperkuat iman ketika menghadapi ujian dan musibah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan makan bersama para pengungsi sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan pascabencana.

Hingga saat ini, LAZNAS Dewan Dakwah masih melakukan asesmen berkelanjutan untuk menentukan kebutuhan bantuan berikutnya. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Bencana bukan hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat meninggalkan luka dan trauma bagi para penyintas. Karena itu, kehadiran relawan diharapkan dapat menjadi penguat bagi masyarakat untuk bangkit dan menjalani kehidupan kembali.

LAZNAS Dewan Dakwah berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat terdampak, menghadirkan bantuan, pendampingan, dan semangat untuk bangkit bersama.