Bersama UAS Da'wahi Aur Kuning - LAZNAS Dewan Dakwah
uas7

Bersama UAS Da’wahi Aur Kuning

Laznas Dewan Dakwah

LAZNAS DEWAN DAKWAH – Selama tiga jam, panjang dan derasnya Sungai Subayang, pedalaman Kampar, Riau, dibelah sampan motor tim Laznas Dewan Da’wah dan Ustadz Abdul Somad (UAS). Akses yang dilewati begitu sulit untuk menyentuh komunitas yang terisolir dan minim pembinaan Islam di Desa Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Hanya sungai yang menjadi satu-satunya akses menuju ke sana.

Wilayah ini masih alami dan belum tersentuh banyak jamah tangan manusia. Beragam satwa masih hidup liar di alam bebas. Sarana infrastruktur jalan sangat minim. Bahkan warga setempat hingga kini tidak mengenal telepon genggam (handphone). Jangankan sinyal telepon, untuk listrik saja belum ada. Kecuali sebagian kecil warga yang menggunakan ganset. Itupun saling berbagi dan hanya dinyalahkan sekedar untuk menerangi malam hari.

Warga Desa Aur Kuning mayoritas (85%) bekerja sebagai petani getah karet. Hidup mereka sangat sederhana. Jika harga karet merosot turun, maka perekonomian di Aur Kuning jadi sangat sulit.

Wilayah ini menjadi yang paling minim pembinaan dakwahnya dari sejumlah desa terisolir di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Memang sudah ada kelompok pengajian wirid Ibu-Ibu yang telah rutin berjalan. Namun, untuk pembinaan Islam secara menyeluruh dengan mendatangkan ustadz atau guru ngaji, sulitnya akses menjadi kendala terbesar. Keterbatasan ini menyebabkan muslim Aur Kuning rawan pendangkalan akidah.

Sebab, untuk menembus desa terisolir ini, ‘tak hanya berjibaku dengan sampan di Sungai Subayang selama 3 jam. Melainkan juga sebelumnya, mesti bekutat dari Pekan Baru ke perbatasan darat-sungai di Desa Duma selama 3,5 jam.

Pun perjalanan ke Aur Kuning tidak mudah. Di tengah sungai yang diapit hutan belantara, itu sampan motor tim Laznas Dewan Da’wah mengalami kerusakan, sehingga perjalanan terhambat dan harus berganti sampan motor yang lain.

Sesampainya di Aur Kuning, UAS menyampaikan tabligh akbarnya di hadapan kurang lebih 850 warga Aur Kuning. Mereka antusias hadir dan mengeremuni UAS dengan kerinduan mendapat sentuhan dakwah Islam. Saking banyaknya warga yang hadir, Kepala Desa Aur Kuning, Damri, mengatakan, ‘’Sejak saya menjadi kepala desa, baru kali ini saya menghadapi orang sebanyak ini.’’

Pesan UAS

Ustadz Somad berpesan bahwa pangkal dari segala kebaikan adalah aqidah yang lurus dan benar. Kekayaan, jabatan, dan popularitas manusia tidak akan berarti jika aqidahnya rusak. Dunia hanya tempat sementara untuk bercocok tanam amal shalih. Kemudian, kita akan mati dan menghadap allah. Maka, semuanya harus lillahi ta’ala.

Dalam kesempatan itu, Ia juga menyerahkan 1 unit sampan yang digunakan warga untuk mobilitas antardesa.

Keesokan harinya, Laznas Dewan Da’wah membuka posko pengobatan gratis. Beragam keluhan penyakit ditangani oleh tim Dokter Rumah Sakit Ibnu Sina, Riau. Masyarakat menyambut amat baik kegiatan ini, sebab bagi mereka orang pedalaman bisa berobat ke dokter menjadi hal yang langka.

‘’Kami bersyukur, orang kampung bisa berobat. terima kasih Laznas Dewan Da’wah,’’ tutur Ny. Masyitah (55).

Sebelum mengakhiri kunjungannya, UAS juga mengunjungi beberapa warga yang sakit. Ia mendoakan dan memberikan santunan untuk berobat.

Klik : DONASI SEKARANG

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*