LAZNAS Dewan Dakwah - Beberapa bulan telah berlalu sejak sebuah kampung mualaf bernama Gunung Tua mulai dibuka di pedalaman Morowali Utara. Kampung ini merupakan binaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia melalui LAZNAS Dewan Dakwah, dan menjadi rumah baru bagi suku pedalaman di Morowali Utara, salah satunya Suku Tau Ta’a, kelompok masyarakat adat yang selama ratusan tahun hidup nomaden, berpindah dari satu hutan ke hutan lain di pegunungan Morowali Utara.
Bagi mereka, Gunung Tua bukan sekadar kampung baru. Ia adalah awal dari sebuah peradaban yang benar-benar dimulai dari nol, tanpa infrastruktur, tanpa fasilitas layak, dan dengan keterbatasan yang nyaris di setiap sisi kehidupan.
Sejak pertama kali digarap, para dai Dewan Dakwah tidak hanya hadir sebagai pembina keagamaan. Mereka turut membentuk fondasi sebuah masyarakat baru. Dari membantu penyediaan logistik dasar, mendampingi proses menetap, hingga mengajarkan hal-hal paling mendasar dalam kehidupan bermasyarakat.
Kampung Gunung Tua hingga kini masih sangat “hijau”. Beberapa gubuk sederhana baru berdiri. Jalan masih dalam proses perataan. Rencana pembangunan masjid, sekolah, serta fasilitas umum lainnya masih berada pada tahap awal. Namun, di tengah keterbatasan itu, denyut kehidupan mulai terasa.
Sekitar 200 jiwa kini tercatat sebagai penghuni kampung mualaf Gunung Tua. Sebagiannya masih keluar-masuk hutan untuk mencari penghidupan, namun anak-anak dan keluarga mulai menetap. Di bawah tenda-tenda sederhana yang ditopang kayu, mereka belajar setiap hari, mengenal bahasa, belajar membaca dan menulis, hingga membiasakan diri melafalkan huruf-huruf hijaiyah.
Baca Juga: Gunung Tua, Babak Baru dari Ujung Morowali Utara
Proses pendampingan itu kini memasuki fase penting. Setelah melalui pembinaan dan persiapan yang panjang, puncak perjalanan spiritual warga Gunung Tua akan terjadi pada Jum’at, 26 Desember 2025. Pada hari itu, ratusan warga Suku Tau Ta’a dijadwalkan akan bersyahadat secara massal, menandai keislaman mereka secara resmi.
Warga yang selama ini masih berada di gunungg dan hutan akan turun dan berkumpul. Di bawah satu tenda besar yang hampir rampung, ikrar syahadat akan bergema dari pedalaman Gunung Tua, sebuah momen yang menjadi tonggak sejarah baru bagi mereka.
Tak hanya itu, di hari yang sama juga akan dilaksanakan shalat Jum’at pertama di Gunung Tua. Sebuah peristiwa yang tak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menjadi simbol lahirnya komunitas muslim baru di pedalaman Morowali Utara.
Menjelang momen akbar ersebut, persiapan dilakukan secara total. Selain menyiapkan balai atau pondokan sementara, konsumsi, dan kebutuhan dasar lainnya, tim Laznas Dewan Dakwah juga melakukan pipanisasi air. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi kebutuhan bersuci, terutama wudhu, menjelang pelaksanaan shalat Jum’at pertama.
“Persiapan saudara-saudara kita memeluk Islam dilakukan dengan sungguh-sungguh. Maka ikhtiar kita untuk memudahkan mereka berislam juga harus maksimal,” menjadi semangat yang terus dipegang para dai di lapangan.
Baca Juga: Menembus Badai, Lumpur, dan Gelap, Perjalanan Dakwah Ustadzah Rika di Mentawai
Saat ini, Ustadz Kurniawan, salah satu dai Dewan Dakwah, telah berada langsung di pedalaman Gunung Tua untuk mematangkan seluruh rangkaian acara. Bersama tim, ia memastikan setiap kebutuhan warga yang akan turun gunung dapat terpenuhi dengan baik.
Akhir tahun 2025 akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi ratusan warga Suku Tau Ta’a dan suku pedalaman di Gunung Tua. Dari kehidupan nomaden di hutan, mereka melangkah menuju fase baru sebagai bagian dari umat Islam, dengan segala keterbatasan yang dihadapi namun disertai niat yang bulat dan hati yang ikhlas.
Gunung Tua menjadi saksi bahwa dakwah bukan hanya tentang kata-kata, melainkan tentang kehadiran, pendampingan, dan perjuangan panjang membangun manusia dan masyarakat.
Momen besar ini sudah di depan mata. InsyaAllah, pada 26 Desember 2025, cahaya iman akan menyala dari pedalaman Morowali Utara. Mari bersama, kita bantu sukseskan dan sambut ratusan muallaf baru dari Gunung Tua.