Loading....
Sekolah Ini Nyaris Roboh, Tapi Menjadi Satu-Satunya Harapan Anak-Anak Nanga Bere!
LAZNAS Dewan Dakwah – Di pelosok Desa Nanga Bere, Nusa Tenggara Timur, ada anak-anak yang setiap hari datang ke sekolah dengan satu harapan sederhana: bisa belajar di tempat yang aman dan nyaman, seperti anak-anak lainnya.
Madrasah Ibtidaiyah Mujahidin menjadi satu-satunya tempat bagi mereka untuk menuntut ilmu sekaligus mengenal nilai-nilai agama. Namun, sekolah yang menjadi tumpuan harapan anak-anak Nanga Bere ini kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Bangunannya sudah tua dan mengalami kerusakan di berbagai bagian. Plafon berlubang dan rapuh, pintu serta jendela kelas banyak yang rusak, sementara beberapa bagian dinding bahkan sudah miring dan terancam roboh.
Kondisi ini tentu membahayakan keselamatan para siswa. Namun, keterbatasan tidak membuat mereka berhenti belajar. Setiap hari, anak-anak tetap datang membawa buku dan semangat untuk meraih cita-cita.
Tak hanya bangunan sekolah yang membutuhkan perhatian. Papan tulis dan meja belajar yang digunakan sudah usang dan tidak layak. Di tengah kondisi tersebut, para guru pun terus mengabdikan diri mendidik anak-anak dengan honor hanya sekitar Rp150.000 per bulan.
Mereka tidak meminta sekolah yang mewah.
Mereka hanya ingin memiliki ruang belajar yang aman, layak, dan nyaman untuk mengejar cita-cita.
Kini, bersama Fahri Ibrochim, mari kita bantu wujudkan sekolah impian anak-anak Nanga Bere. Renovasi bangunan, menghadirkan fasilitas belajar yang layak, dan mendukung para guru adalah langkah kecil yang dapat memberikan perubahan besar bagi masa depan mereka.
Sebab, jangan sampai cita-cita anak-anak Nanga Bere ikut runtuh bersama bangunan sekolah yang semakin rapuh.
Mari bersama LAZNAS Dewan Dakwah dan Fahri Ibrochim, hadirkan sekolah impian untuk anak-anak Nanga Bere.
Setiap rupiah yang kita titipkan, insyaAllah menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan tempat belajar yang lebih aman dan masa depan yang lebih cerah bagi mereka.
Bantu wujudkan sekolah impian anak-anak Nanga Bere di NTT.