Pahala dari Masa Depan untuk Para Pengemban Dakwah Berkelanjutan

Laznas Dewan Dakwah

Dakwah Islam – Ladang-ladang pahala itu terus panen tak terbatas waktu. Ia mengalirkan kebaikan yang semakin lama, semakin bertumbuh, dan jumlahnya kian tak terhingga.

Singkatnya hidup ini tak jadi hambatan untuk beramal sepanjang masa. Meski nyawa kelak tak lagi dikandung badan, namun kebaikan jariyah yang dijejaki semasa hidup akan terus mengiringi hingga masa akhirat tiba.

Menjadi pengemban dakwah adalah salah satu lading pahala terbaik, baik menjadi aktor utama (dai) yang menyampaikan langsung risalah kepada khalayak, maupun menjadi para pendukung dakwah yang dengannya para dai terus melanglang buana.

Berikut sedikitnya ada empat alasan yang mengharuskan setiap diri kita menjadi pengemban dakwah:

Pertama, buah pahala dakwah yang paling awal mengalir dari orang-orang yang tergugah atas nasihat dakwah kita, kemudian ia mengamalkannya.

Kedua, pahala besar juga diperoleh dari dakwah orang yang tergugah tersebut. Darinya ia menyampaikan kepada lebih banyak orang. Dari banyaknya orang itu, selama mereka masing-masing berdakwah setelahnya, pahala akan terus mengalir untuk kita. Masya Allah.

Ketiga, pahala kolektif dari jamaah tempat kita berdakwah. Setiap pengemban dakwah memiliki saham pahala pada jamaahnya, baik kecil maupun besar. kita pun juga berhak atas sharing pahala hasil dakwah jamaahnya, tanpa mengurangi pahala jamaahnya sedikitpun. Maka bersyukurlah antum wahai kader jamaah dakwah!

Terakhir, ini yang paling luar biasa! Akan mendapat pahala dari masa depan. Lho kok bisa?! Rasulullah SAW sudah memberikan bisyarah akan kembali nya masa di mana umat Islam kembali berjaya, syariat diterapkan, dan khilafah ditegakkan. Saat itu, kebaikan, kemuliaan, keadilan dan kesejahteraan kembali meliputi berbagai belahan dunia.

Apakah masa itu turun dari langit begitu saja? Tentu tidak. Melainkan hasil jerih payah para pengemban dakwah 10, 50, 100 tahun sebelumnya! Bahkan pengemban dakwah yang hanya bertugas memasang spanduk acara, dapat kiriman pahala dari masa itu kelak! Bayangkan betapa besarnya kebaikan yang dihasilkan pada masa itu, dan hasilnya mengalir kepada pengemban dakwah kita di masa sekarang. Wallahi ini yang membuat ana terus terjaga dari rasa futur. Masya Allah !

Terpilih menjadi pengemban dakwah adalah kemuliaan yang tak ternilai. Maka apakah kita sudah mensyukurinya?! Semoga kita selalu diberi keistiqomahan oleh Allah SWT dan diwafatkan di atas rel perjuangan dalam keadaan husnul khotimah.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33).

Maka pastikan kita berada dalam barisan pengemban dakwah, baik berjihad melalui diri kita maupun dengan sebagian harta yang Allah titipkan pada kita!

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*