Laznas Dewan Dakwah

Viar Reot Anak Mentawai

‘’Terima kasih Ustadz. Assalamu’alaikum….,’’ ujar anak-anak Sikakap sambil berloncatan turun dari bak motor viar yang dikendarai Ustadz Agus Nadi. Bocah-bocah asrama mualaf Daarul Ulum Dewan Da’wah itu segera berlarian memasuki gerbang sekolah.

Begitu setiap harinya, Ustadz Agus mengantar-jemput santri-santrinya. Mereka anak-anak dhuafa, yatim, dan mualaf dari 3 kecamatan di Sikakap (Sikakap, Pagai Utara, dan Pagai Selatan), Mentawai, Sumbar.

Jika tak terpaksa, Ustadz Agus enggan meminta santri laki-laki senior untuk menggantikan tugasnya. Menjadi driver Viar dengan menempuh jarak 4 km pp.
“Kalau anak-anak yang bawa, Viar cepat rusak. Bahkan pernah terguling, tapi anak-anak tak apa-apa,” tutur da’i alumnus STID M Natsir asal Madura ini.

Aktivitas tersebut menjadi rutinitasnya lebih dari 3 tahun terakhir ini. Hal itu ia lakukan usai membimbing puluhan anak pedalaman menyetorkan hafalan Al-Quran, muraja’ah, dan mengikuti kajian ba’da Subuh.

Sayangnya, motor viar yang digunakan itu kini sering ‘batuk-batuk’. Umurnya sudah tak lagi muda. Buatan tahun 2013. Ditambah dengan kondisi Kepulauan Mentawai yang dikelilingi laut, membuat cepat mengkaratkan body dan bak motor.

‘’Kemarin bodynya sudah diganti, tapi masih sering rusak,’’ ujar Ustadz Agus Nadi.

‘’Ban depan juga karena sudah lama,’’ imbuhnya.

Tak jarang, akhirnya anak-anak terpaksa harus turun di tengah jalan. Motornya mogok. Mau tak mau, mereka berjalan kaki ke sekolah. Pelik keadaannya.

Mari dukung dakwah Ustadz Agus Nadi dan ratusan Da’i pedalaman di penjuru Nusantara.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *