Laznas Dewan Dakwah

Pengungsi Pulang dari Tenda

Sejumlah penyintas Sulteng di posko Laznas Dewan Da’wah Desa Ombo, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, mulai berbenah untuk kembali ke rumah mereka yang ditinggalkan pasca bencana 28/9 lalu.

Memasuki masa rehabilitasi, beberapa perkampungan di wilayah terdampak bencana, khususnya Kabupaten Donggala berangsur kondusif. Hal ini memungkinkan bagi penyintas untuk kembali menempati rumah-rumah mereka.

Mayoritas penyintas di Kecamatan Sirenja mengungsi karena takut dan trauma gempa. Rumah mereka tidak mengalami kerusakan berat, sehingga dapat kembali saat kondisi telah kondusif layaknya saat ini.

Di masa rehabilitasi, memulihkan kondisi untuk bangkit dan beraktivitas kembali menjadi prioritas. Da’i dan relawan Laznas Dewan Da’wah mendorong para penyintas menggerakkan kembali roda kehidupan mereka yang sempat terhenti akibat gempa dan tsunami.

Jarak tempuh yang jauh bagi anak-anak untuk bersekolah dan permasalahan kualitas kesehatan jadi pertimbangan.

“Kami relawan menyimpulkan bahwa para pengungsi lebih baik segera turun pulang ke rumah masing-masing, melihat bahwa jarak tempuh sekolah anak-anak mereka sangat jauh, yaitu 8 KM pulang pergi. Kemudian masalah kesehatan karena banyak para pengungsi yang terkena diare,” lapor Da’i Alumnus STID Moh Natsir M. Rohman.

Langkah pemulangan ini ditempuh melalui pendekatan kepada tokoh masyarakat setempat agar dapat disikapi dan diterima dengan baik oleh penyintas.

“Setelah relawan melakukan pendekatan kepada tetua-tetua kampung dan Kepala Desa beserta masyarakat pengungsian, alhamdulillah para pengungsi bersedia pulang ke rumah masing-masing,” Ujar Rohman lagi.

Ia menjelaskan, walaupun demikian masih ada sebagian penyintas yang masih bertahan di posko Laznas Dewan Da’wah Kecamatan Sirenja karena pekerjaan berkebun mereka yang tidak jauh dari posko pengungsian.

Sementara itu, hal tersebut berbeda dengan penyintas yang berada di posko Laznas Dewan Da’wah Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Sebagian besar penyintas hingga kini masih berada di pengungsian. Bukan karena tak ingin kembali ke rumah. Namun, rumah mereka mengalami kerusakan berat. Mayoritas telah rata dengan tanah.

“Penyintas masih berada di pengungsian karena rata-rata berasal dari pantai yang terdampak tsunami dan rumah mereka rata. Ada 86 KK di sini,” ujar Ustadz Agus, Da’i muda Dewan Da’wah Agus Samsono yang bertugas di Mantikulore, Palu.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *