Laznas Dewan Dakwah

Kenalkan Islam Berujung Syahadat

*|| Kenalkan Islam Berujung Syahadat ||*

Ahad siang (6/1) lalu Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai mendung, berawan. Namun, ada cahaya terang di Masjid KUA Siberut. Dari seorang penduduk Desa Matotonan, Kec Siberut Selatan, Kab Kepulauan Mentawai-lah cahaya itu berasal.

Terlihat orang hulu (pedalaman) sedang melaksanakan shalat di Masjid Al-Huffadz, Dusun Toktuk, Desa Muntei, Kec Siberut Selatan. Gerakannya tak sempurna, berantakkan. Shalatnya pun mengenakan celana pendek di atas lutut. Disapalah Ia oleh Da’i pedalaman Dewan Da’wah yang mengabdi di Kepulauan Mentawai sejak 2011 silam, Ustadz Mahmud Ismail.

“Kenapa ekeu (kamu) shalatnya begitu?,” tanya Ustadz Mahmud dengan maksud ingin menasehati.

“Maaf pak Ustadz, saya Nasrani, belum Islam,” jawab Marianus (42) orang pedalaman yang baru saja menyelesaikan shalat Zuhurnya.

Terbelalak kaget Ustadz alumnus STID Mohammad Natsir ini.

“Saya engga mau apa-apa pak Ustadz. Saya ke sini bukan mau sembako ataupun bantuan. Hanya ingin tujuan hidup saya jelas,” ujarnya yang seolah meluruhkan seluruh dinding hati Ustadz Mahmud. Ia pun tak bergeming seketika. Tatapan matanya terdiam. Ustadz Mahmud terharu.

Ustadz asal Pontianak, Kalbar ini pun tak segan untuk memperkenalkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin padanya.

Dari Ba’da Ashar hingga Isya tak henti hentinya air mata ditumpahkan memohon ampunan kepada Allah, Rabb yang kini ia yakini kebenarannya, Rabb yang menjadi tujuan hidupnya, Rabb yang seharusnya ia sembah sejak dulu pagi dan malam.

“Apakah kita boleh tetap berbuat baik kepada orang yang bukan Islam nantinya?, tanyanya dengan mimik ingin tahu tentang ajaran Islam.

“Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Kita tetap harus berbuat baik, asal tidak mengikuti ibadah dan sembahan mereka,” kata Ustadz Mahmud menuntun.

“Agama islam bukan menutup diri, sehingga tidak boleh berteman dengan mereka. Boleh, tapi tidak dalam hal mengikuti mereka beribadah,” imbuhnya.

Islam pun semakin menyentuh hatinya. Hingga akhinya ia mengikrarkan kebulatan tekadnya memeluk Islam. “Saya mau masuk islam, Pak Ustadz,” seru Marianus dengan mantap.

Malam itu juga ia mengikrarkan syahadatain di depan Ustadz Mahmud dan para staf KUA Siberut Selatan.

“Asyhaduala ilaha illallah wa asyhadu ana muhammadur rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah” ucapnya perhalan, sehingga menggetarkan hati orang-orang yang menyaksikannya.

Marianus yang telah berkeluarga juga terus berusaha untuk mengajak istri dan anak-anaknya agar memeluk cahaya Islam.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *