Laznas Dewan Dakwah

Dewan Da’wah Sambut Da’i Pedalaman

Dewan Da’wah menyambut kembali 75 Da’i Alumnus STID M. Natsir angkatan VII yang telah melakukan pengabdian dakwah selama satu sampai dua tahun di wilayah pedalaman Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Kampus B STID M. Natsir, Tambun, Jawa Barat pada Kamis – Sabtu (1-3/11).

Setelah berdakwah di berbagai titik di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Alumnus STID kembali disambut hangat oleh Dewan Da’wah.

“Selamat datang kembali di Rumah Besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia,” sambut Mohammad Noer, Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Bidang Pendidikan, Dakwah, dan Kaderisasi dalam acara pembukaan Penyambutan Da’i pada Kamis (1/11).

“Dewan Da’wah sangat bangga dengan selesainya Antum dari pengabdian selama satu atau dua tahun,” ungkap haru Ustadz Aswan Haidi selaku perwakilan Bidang Kaderisasi Dewan Da’wah.

“Pertemuan ini spesial karena bertemu Antum bukan lagi sebagai mahasiswa, tapi sudah sebagai Da’i tulen. Kita sambut dengan lafal alhamdulillah,” imbuhnya kepada Duta Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia ini.

Selain itu, Kepala LPM STID M. Natsir, Mohammad Firdaus juga menyambut kedatangan para Da’i kembali di kampus STID M. Natsir. “Selamat datang lagi di kampus dakwah,” ucap Firdaus.

Ketua Bidang Kaderisasi, Ihsan Kamil memberikan pesan bahwa peran yang diberikan Da’i kepada masyarakat jauh lebih berarti daripada selembar Ijazah. Menurut beliau, ijazah yang sesungguhnya adalah peran yang bisa dilakukan seorang alumnus di tengah-tengah masyarakat.

“Peranmu ketika berada di tengah-tengah masyarakat, itulah ijazahmu yang sesungguhnya,” tandas Ihsan.

Ia juga berharap, perjuangan dakwah tidak lantas berhenti dengan selesainya masa pengabdian.

“Perjuangan Antum, heroisme Antum tidak berhenti sampai di laporan Antum. Tidak. Mari kita sama-sama menggerakkan perahu dakwah Dewan Da’wah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa Da’i berbagi pengalaman dakwah di tempat pengabdian masing-masing. Diantaranya Yusril (Aceh), Saiful Aziz dan Rohman Soleh (Sumbar), Ilham (Pulau Bintan), Muhammad Nur Adi Putra (Sulteng), Safatul Huda (Pulau Seram), dan Fathoni (Merauke).

Semua Da’i berkomitmen untuk melanjutkan dakwah di manapun ditempatkan, termasuk di kampung halaman masing-masing.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *