Loading....
Krisis Air Bersih di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sebanyak 79% wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau, di mana Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam kategori awas kekeringan ekstrem. Kemarau panjang dan minimnya intensitas hujan mengakibatkan sumur-sumur warga di berbagai kabupaten di Jawa Tengah mulai mengering. Sumber mata air menyusut drastis, memaksa warga berjuang ekstra keras demi mendapatkan beberapa gayung air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Fokus Wilayah Terdampak di Jawa Tengah
Salah satu wilayah yang mengalami dampak parah adalah Kabupaten Klaten di lereng Gunung Merapi. Warga setempat mengalami krisis air bersih yang parah pada musim kemarau ini. Selain mengandalkan bantuan air darurat, warga terpaksa harus membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau. Tidak hanya Klaten, berbagai kabupaten lain di Jawa Tengah seperti Banyumas, Boyolali, Grobogan, Wonogiri, dan Blora juga menghadapi ancaman kekeringan yang mengancam sektor pertanian serta ketersediaan air minum warga dhuafa.
Kisah Perjuangan Warga Mencari Air
Kisah Nenek Jaenah (70 Tahun) - Banyumas
Di Banyumas, sumur-sumur warga telah kering total. Nenek Jaenah rela menunggu berjam-jam di depan cerukan mata air kecil demi mendapatkan rembesan air. Meski hanya beberapa gayung saja, air tersebut sangat berharga bagi kelangsungan hidupnya sehari-hari.
Warga Lereng Gunung Merapi - Klaten
Warga di lereng Gunung Merapi, Klaten, harus mengandalkan droping air bersih dan membeli tangki air dengan harga yang tidak murah di tengah keterbatasan ekonomi kaum
dhuafa dan warga kurang mampu.
Keutamaan Sedekah Air dalam Islam
Air adalah sumber kehidupan. Islam menempatkan sedekah air sebagai salah satu amal jariyah yang paling utama dan sangat dicintai oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sedekah air.” (HR. Abu Daud, An-Nasai, dan Ibnu Majah)
Dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin ‘Ubadah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” (HR. An-Nasai)
Program Solusi: Sedekah Air Bersih LAZNAS Dewan Dakwah
Sahabat, LAZNAS Dewan Dakwah terus berupaya aktif membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih di Jawa Tengah dan berbagai wilayah nusantara melalui Program Sedekah Air Bersih. Bentuk penyaluran program meliputi:
Yuk, Alirkan Pahala Sedekah Air!
Bersama-sama kita atasi krisis air di Jawa Tengah dan penjuru negeri. Setiap tetes air yang Anda
sedekahkan menjadi sumber kehidupan dan pahala jariyah yang mengalir terus.
SALURKAN BANTUAN TERBAIK ANDA SEKARANG