Cetak Generasi Qur’ani di Pedalaman Meranti

admin

Di tengah belantara yang mengelilingi Desa Bina Sempiyan, Kec Rangsang Pesisir, Kab Kepulauan Meranti, Riau, sayup-sayup terdengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Membelah sunyi, menyibak senyap, menundukkan alam.

‘’Tabaarokalladzi biyadihil mulku wa huwa ‘ala kulli syaiin qodir,’’ gema bacaan Surat Al-Mulk saling berbalap. Dimurojaahkan oleh anak-anak Pesantren Babus Saadah yang dibina Da’i Dewan Da’wah, Ustadz Nur Kholis dan Afdholurrahman.

Setiap hari, kedua Da’i plus istri Ustadz Nur Kholis, berikhtiar mencetak Hafidz Qur’an di pedalaman ini. Diantara para santrinya, ada yang telah hafal 8.5 juz, 7 juz, 6 juz, 5 juz, 4 juz, dan paling sedikit 3 juz.

‘’Abdul Malik kelas 2 MTS sudah hafal 8,5 Juz, Tengku Aljefri kelas 2 MTS juga hafal 6 juz….,’’ terang Da’i yang membina 46 anak.

Fasilitas dan bangunan pesantren memang apa adanya. Bahkan, ketika hujan deras asrama pesantren pun hampir terendam banjir. Namun, keadaan yang memililukan di tengah hutan ini tak lantas menyurutkan azam kuat para Da’i tuk mencetak generasi Qur’ani di pedalaman Meranti.

‘’Tekad saya berdakwah di sini untuk mencetak generasi shalih dan shalihah yang cinta, hafal, dan paham Al-Qur’an,’’ kata Ustadz Abdalurrahman.

Para Da’i datang, pedalaman Meranti terang dengan dakwah Al-Qur’an !

Bagikan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*